Minggu, 09 Juni 2019

Marah Putus Asa


Alkisah, seekor ular memasuki gudang daerah kerja tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu, membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih acak-acakan dan tidak merapikannya.
Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang, tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji.
Tajamnya mata gergaji, mengakibatkan perut ular terluka. Tapi ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.
Serangan itu mengakibatkan luka parah di bab mulutnya.
Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya.
Ia pun membelit berpengaruh gergaji itu. Maka tubuhnya terluka amat parah dan kesudahannya ia pun mati..
Kadangkala, di dikala kita marah, kita ingin melukai orang lain. Tapi sebetulnya tanpa disadari, yang dilukai ialah diri kita sendiri.
Mengapa? Karena perkataan dan perbuatan di dikala murka ialah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali di lalu hari..
Mari, kita sama-sama berguru untuk tidak murka (atau setidaknya bisa meredakan marah) terhadap situasi jelek yang mungkin kita alami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar