Sabtu, 01 Juni 2019

Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun




Ketika sore sepulang kerja seorang suami melihat isteri yang tertidur pulas lantaran kecapekan bekerja seharian di rumah. Sang suami mencium kening isterinya dan bertanya, ‘Bunda, udah shalat Ashar belum?’ Isterinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami, ‘sudah yah.’ Isterinya beranjak dari daerah tidur mengambil piring yang tertutup, sore itu isterinya memasak kesukaan sang suami.
‘Lihat nih, saya memasak khusus kesukaan ayah.’ Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk dirinya.
Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Isterinya bertanya, ‘Ayah, kenapa suka makan kepala ayam padahal saya sama belum dewasa paling tidak suka ama kepala ayam.’ Suaminya menjawab, ‘Itulah sebabnya lantaran kalian tidak suka maka ayah suka makan kepala ayam agar isteriku dan anak-anakku mendapat pecahan yang terenak.’

Mendengar balasan sang suami, terlihat butir-butir mutiara mulai menuruni pipinya. Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ayam begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang lapang dada kecintaan suami terhadap dirinya dan anak-anak. ‘Makasih ya ayah atas cinta dan kasih sayangmu.’ ucap sang isteri. Suaminya menjawab dengan senyuman, menunjukan kebahagiaan hadir didalam dirinya.
Kita seringkali mengabaikan sesuatu yang kecil yang dilakukan oleh sosok ayah kita, namun mempunyai makna yang begitu besar, di dalamnya terdapat kasih sayang, cinta, pengorbanan dan tanggungjawab.
Semoga dongeng diatas kita sanggup mengambil hikmah dengan mengasihi setulus hati ayah kita yang telah berkorban untuk anak dan isterinya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar